Senin s.d Kamis 07.30 s.d 14.45 WIB, Jumat 07.30 s.d 11.00 WIB Jl. Ronggolawe Barat 2 - Semarang

Potensi Budaya

Kecamatan Semarang Barat memiliki beragam potensi budaya yang menjadi identitas sekaligus daya tarik masyarakat. Salah satunya adalah Grebek Subali di Kelurahan Krapyak yang merupakan tradisi budaya bernuansa religi dan kearifan lokal, dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat serta upaya melestarikan nilai kebersamaan.

Di Kelurahan Gisikdrono terdapat tradisi Apitan Mbah Sabar Drono, yaitu kegiatan adat yang dilaksanakan sebagai penghormatan kepada tokoh leluhur setempat. Tradisi ini menjadi sarana menjaga warisan budaya sekaligus mempererat hubungan sosial warga.

Sementara itu, Kelurahan Ngemplak Simongan memiliki Festival Bukit Jatiwayang yang menampilkan potensi seni, budaya, serta keindahan alam wilayah tersebut. Kegiatan ini menjadi ruang kreativitas masyarakat sekaligus sarana promosi wisata lokal.

Di Kelurahan Kalibanteng Kidul, masyarakat rutin melaksanakan Haul Mbah Biyet, yaitu peringatan untuk mengenang jasa tokoh yang dihormati masyarakat. Tradisi ini tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan warga.

Keberagaman tradisi tersebut menjadi kekayaan budaya Kecamatan Semarang Barat yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat secara turun-temurun.

Grebek Subali – Kelurahan Krapyak

Kelurahan Krapyak, Kota Semarang, tepatnya di Jalan Subali, memiliki tradisi lokal yang dinamakan Grebeg Subali. Acara ini lahir dalam rangka peresmian gapura pada 2012. Setelah itu, Grebeg Subali terus digalakkan hingga sekarang. Warga memilih istilah ini berdasarkan nama tempat mereka tinggal yakni di Jalan Subali. Kirab yang dilaksanakan di Jalan Subali tersebut dibuka dengan tarian keprajuritan. Kemudian dilanjutkan dengan pencucian batik Subali. Prosesi pencucian batik Subali dilaksanakan secara teatrikal, Batik Subali dibawa oleh romobongan wanara (kera) yang dipimpin Hanoman. Setelah melakukan beberapa gerakan, batik tersebut diserahkan kepada Camat Semarang Barat Heru Sukandar. Batik Subali kemudian diarak memutari Kelurahan Krapyak.


Apitan Mbah Sabar Drono – Kelurahan Gisikdrono

Tradisi sedekah bumi dengan berbagai prosesi dan ritualnya seperti kegiatan kirab serta ziarah makam Mbah Sabar Drono yang terletak di Jl. Mintojiwo RW 07 Kelurahan Gisikdrono. Doa bersama dipimpin oleh tokoh agama diikuti ratusan warga  berdoa bersama mendoakan mbah sabar drono, leluhur dan saudara. Suasana terlihat akrab dan penuh kekeluargaan saat warga bersama Lurah dan perangkat Kelurahan. Dilanjutkan dengan kegiatan Khotmil Qur’an di Langgar Tugel dan pertunjukkan wayang kulit semalam suntuk di Halaman Kantor Kelurahan. kegiatan sedekah bumi (Apitan) ini tidak semata menjaga kearifan lokal namun juga wadah untuk bersilohturohim dengan warga. ”Nilai kegotongroyongan dan paseduluran masih cukup kental dikehidupan warga. Tradisi  sedekah bumi (Apitan)  ini diadakan setiap tahun dan akan tetap dipertahankan dan dilestarikan


Festival Bukit Jatiwayang – Kelurahan Ngemplak Simongan

Festival Budaya Bukit Jatiwayang, ruwatan desa dan sedekah bumi, merupakan upaya untuk melestarikan budaya nenek moyang pendiri kampung, untuk rute kirab budaya dengan mengenakan berbagai macam kostum, berjalan dimulai dari halaman kantor Kelurahan Ngemplak Simongan di Jalan Simongan menuju Jalan Wr Supratman, lalu Srinindito Raya hingga mencapai panggung utama di Jalan Srinindito Timur RW 03, depan Makam Jati Wayang dan di panggung utama nanti akan memperebutkan 5 gunungan, yaitu 1 gunungan sayur, 1 gunungan buah, 1 gunungan buku, 1 gunungan kopi dan 1 gunungan jajanan.


Haul Mbah Biyet – Kelurahan Kalibanteng Kidul

Kegiatan Nyadran ini merupakan acara yang diselenggarakan setiap tahun pada bulan Muharram atau Suro yang tercipta dari proses alkulturasi antara budaya Jawa dengan budaya Islam. Kegiatan dilakukan untuk melestarikan tradisi turun temurun dari leluhur.  Bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan supaya guyub rukun dan saling peduli antar sesama diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi Masyarakat untuk senantiasa mensyukuri nikmat dan saling berbagi.

Savira AWP