SEMARANG – Pemerintah Kecamatan Semarang Barat sukses menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) khusus Perempuan dan Anak pada Selasa, 28 April 2026. Camat Semarang Barat, Ronny Tjahjo Nugroho, S.Sos, MM., hadir secara langsung memimpin jalannya musyawarah tingkat kecamatan ini. Beliau juga mendapat pendampingan penuh dari Ibu Oyiq, selaku Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Semarang Barat. Acara musyawarah ini bertujuan merumuskan berbagai program kerja strategis yang akan pemerintah jalankan pada tahun pelaksanaan 2027 mendatang.
Langkah ini membuktikan komitmen pemerintah kecamatan dalam membangun wilayah dengan pendekatan yang inklusif dan sepenuh hati. Para perwakilan dari seluruh kelurahan di wilayah Semarang Barat tampak antusias memberikan usulan serta aspirasi mereka demi kemajuan bersama.
Prioritas Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

Dalam diskusi sektor perempuan, para peserta menyepakati beberapa poin prioritas utama. Pemerintah kecamatan akan fokus pada peningkatan keterampilan warga melalui pelatihan memasak dan pemberdayaan ekonomi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Camat Ronny Tjahjo Nugroho, S.Sos, MM., menjelaskan bahwa program ini menargetkan kemandirian finansial bagi setiap keluarga. Ketika perempuan memiliki keterampilan khusus dan kemandirian ekonomi, mereka secara otomatis akan berkontribusi besar dalam meningkatkan stabilitas serta kesejahteraan keluarga secara keseluruhan.
Perlindungan Menyeluruh dan Edukasi Anak

Selain sektor perempuan, musyawarah ini juga memberikan porsi besar untuk membahas isu strategis pada sektor anak. Forum menyepakati pelaksanaan program edukasi pencegahan pernikahan dini serta sosialisasi anti kekerasan dan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Pemerintah kecamatan juga berencana menguatkan peran Forum Anak sebagai wadah partisipasi dan komunikasi bagi generasi muda. Langkah proaktif ini harapannya mampu menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang aman dan nyaman bagi anak-anak.
Literasi Digital Orang Tua Melalui Program ‘Mode SIAGA’

Tidak hanya memfokuskan perhatian pada anak dan perempuan, Musrenbang tahun ini juga menyasar para orang tua sebagai pilar utama keluarga. Panitia membekali orang tua dengan materi literasi digital yang mengusung konsep ‘Mode SIAGA’. Program ini bertujuan membantu keluarga di Semarang Barat agar lebih siap dan adaptif menghadapi laju perkembangan era internet. Dengan bekal literasi digital yang memadai, orang tua dapat mendampingi anak-anak saat mereka berselancar di dunia maya, sehingga anak luput dari paparan dampak negatif teknologi.
Sebagai penutup, Camat Ronny Tjahjo Nugroho, S.Sos, MM., menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif dari seluruh perwakilan kelurahan. Beliau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal usulan strategis ini agar Kecamatan Semarang Barat semakin aman, nyaman, dan berdaya bagi semua warganya.