Senin s.d Kamis 07.30 s.d 14.45 WIB, Jumat 07.30 s.d 11.00 WIB Jl. Ronggolawe Barat 2 - Semarang
Berita

Pengukuhan Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak JPPA Kelurahan Se-Kecamatan Semarang Barat

Pengukuhan Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak JPPA Kelurahan Se-Kecamatan Semarang Barat

Kecamatan Semarang Barat menggelar pengukuhan JPPA (Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak) di Aula Kecamatan Semarang Barat, Senin (28/08).  Dihadiri oleh Camat Semarang Barat Elly Asmara, S.STP, MM didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Semarang Barat Femega Dian Elly Asmara beserta Lurah dan Kader Hebat JPPA Kelurahan Se-Kecamatan Semarang Barat.

Pembentukan JPPA di kelurahan diharapkan bisa meminimalisasi kasus KDRT dan pelecehan seksual terhadap anak dan perempuan. “Yang dikukuhkan ini akan menjadi garda terdepan pencegahan KDRT ataupun pelecehan seksual di lingkungan kelurahan,” ujar Elly Asmara.

JPPA juga bisa menjadi pendamping jika ada kasus. Kemudian ditindaklanjuti melalui penangan psikis, medis, bahkan akan dirujuk ke kecamatan atau Seruni. Termasuk pendampingan hukum.

Pengukuhan Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kelurahan Se-Kecamatan Semarang Barat

“Kasus KDRT dan pelecehan seksual masih ada. Dengan adanya pendampingan itu, mereka tidak akan takut mengungkapkan dan kami mendampingi agar kembali ke masyarakat dengan baik,” tambahnya.

Dengan ini di Kecamatan Semarang Barat sudah terbentuk JPPA di16 Kelurahan, sebagai bentuk mewujudkan kelurahan yang ramah perempuan dan peduli anak, dibutuhkan kerja – kerja nyata dan komitmen bersama dari kita semua. Menjadi penting untuk melakukan sinergi dan kolaborasi pemerintah pusat sampai dengan desa/kelurahan, kemudian partisipasi masyarakat, lembaga masyarakat, tokoh agamaa, hingga relawan.

Perempuan dan Anak juga perlu dilibatkan dalam pengembangan Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak. Dengan melibatkan perempuan dan anak secara utuh dalam pembangunan Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak, harapannya berbagai isu yang melingkupi perempuan dan anak sebagai imbas dari sistem pembangunan yang belum berpihak ke mereka bisa terurai. Sebagai pihak yang merasakan langsung hambatan-hambatan yang selama ini harus dihadapi, perempuan dan anak tentunya juga menjadi pihak yang mengetahui solusi paling tepat untuk mempersempit jurang ketimpangan yang ada

Savira AWP