SEMARANG – Menjelang penghujung tahun, semangat pemberdayaan masyarakat di wilayah Semarang Barat justru semakin menyala. Camat Semarang Barat, Elly Asmara, secara langsung menghadiri agenda strategis yang memadukan kesehatan dan inovasi ekonomi warga, yakni Pelatihan Pembuatan Teh Kombucha dan Sosialisasi Program WASESA. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 30 Desember 2025 ini mengambil tempat di pusat aktivitas warga, Pujasera Kelurahan Tambakharjo.
Agenda ini merupakan buah kolaborasi sinergis antara dunia akademisi dan pemerintah. Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang bertindak sebagai inisiator acara, menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Semarang untuk memastikan program ini berjalan komprehensif.
Sinergi Kampus dan Pemerintah Kota

Kehadiran Camat Elly Asmara memberikan suntikan semangat tersendiri bagi para peserta. Dalam kunjungannya, Elly Asmara menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memajukan wilayah. Pemerintah Kecamatan Semarang Barat menyambut baik inisiatif Unwahas yang turun langsung ke lapangan. Langkah ini membuktikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran vital dalam mendampingi masyarakat untuk menggali potensi lokal yang seringkali belum terjamah secara maksimal.
Unwahas tidak hanya hadir membawa teori, tetapi juga memberikan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini. Sementara itu, keterlibatan Disdukcapil Kota Semarang dalam acara ini menunjukkan bahwa pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan dalam satu forum yang efektif.
Potensi Ekonomi dari Teh Kombucha
Fokus utama pelatihan kali ini menyoroti pembuatan Teh Kombucha. Sebagai minuman fermentasi yang makin populer karena khasiat kesehatannya, Kombucha memiliki nilai ekonomis tinggi. Para instruktur dari Unwahas membimbing warga Tambakharjo memahami proses fermentasi yang benar, mulai dari penyiapan bahan baku hingga teknik pengemasan yang menarik.
Masyarakat mengikuti setiap tahapan dengan antusias. Mereka kini memahami bahwa bahan-bahan sederhana yang ada di sekitar mereka dapat berubah menjadi produk bernilai jual tinggi. Keterampilan ini membuka peluang baru bagi ibu rumah tangga maupun pemuda setempat untuk merintis usaha mikro yang mandiri. Dengan demikian, roda perekonomian di tingkat kelurahan dapat berputar lebih kencang melalui produk kreatif warganya sendiri.
Menuju Kemandirian Berkelanjutan Lewat WASESA

Selain pelatihan teknis, acara ini juga menjadi momentum sosialisasi Program WASESA. Program ini membawa misi besar untuk menciptakan pola hidup yang lebih baik di tengah masyarakat. Melalui sosialisasi ini, penyelenggara mengajak warga untuk lebih peduli pada keberlanjutan lingkungan dan kesehatan keluarga.
Harapan besar kini tertanam di Kelurahan Tambakharjo. Kegiatan ini tidak hanya berhenti pada seremonial semata, melainkan menjadi titik awal perubahan. Penyelenggara menargetkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang signifikan di kalangan warga. Dengan bekal keahlian baru dan pemahaman program yang kuat, masyarakat Tambakharjo kini siap mengoptimalkan potensi lokal mereka menjadi sesuatu yang bernilai guna, sehat, dan berkelanjutan.