Senin s.d Kamis 08.30 s.d 16.00 WIB, Jumat 07.30 s.d 14.00 WIB Jl. Ronggolawe Barat 2 - Semarang
Berita

Mempererat Silaturahmi, Ranting NU Krobokan Gelar Gema Sholawat Kemerdekaan

Mempererat Silaturahmi, Ranting NU Krobokan Gelar Gema Sholawat Kemerdekaan

SEMARANG – Suasana penuh kehangatan dan kekhusyukan melingkupi kawasan Krobokan, Kecamatan Semarang Barat, pada Minggu (2/8/2026). Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Krobokan sukses menggelar majelis keagamaan bertajuk "Ranting NU Krobokan Bersholawat" untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Acara keagamaan yang berpadu dengan semangat kebangsaan ini menyedot perhatian ratusan warga setempat. Sejak sore hingga malam hari, lantunan sholawat puji-pujian kepada Rasulullah SAW terus membumbung tinggi, menciptakan atmosfer spiritual yang kental sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Sinergi Keagamaan dan Jiwa Nasionalisme

Penyelenggaraan majelis ini bukan sekadar rutinitas peribadatan semata, melainkan menjadi momentum strategis untuk memupuk dua fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat: ukhuwah Islamiyah dan rasa cinta tanah air. Melalui alunan sholawat yang bergema sepanjang acara, warga diajak merenungkan kembali ajaran-ajaran luhur Nabi Muhammad SAW yang menekankan pentingnya kedamaian, persatuan, serta kepedulian sosial.

Panitia merancang kegiatan ini secara khusus agar nilai-nilai keagamaan dapat berjalan seiring dengan semangat mengisi kemerdekaan. Dalam momentum HUT ke-81 RI tersebut, nilai gotong royong dan kepedulian terhadap sesama menjadi pesan sentral yang terus mengemuka di tengah jamaah.

Kehadiran Camat Semarang Barat

Kehadiran jajaran pemerintah daerah turut menambah kekhidmatan acara. Camat Semarang Barat, Bapak Ronny Tjahjo Nugroho, S.Sos, MM, hadir secara langsung di tengah-tengah jamaah. Beliau memberikan dukungan penuh serta mengapresiasi inisiatif Ranting NU Krobokan yang konsisten membangun ketenteraman wilayah melalui kegiatan-kegiatan bernilai positif.

Selain jajaran pemerintah kecamatan, panggung utama juga dipenuhi oleh para ulama, habaib, serta tokoh masyarakat lokal. Kehadiran para tokoh ini mempertegas sinergi yang kokoh antara umara (pemerintah), ulama, dan masyarakat dalam menjaga keharmonisan di kawasan Semarang Barat.

Meneladani Akhlak Rasulullah dan Memperkuat Gotong Royong

Melalui tausiyah keagamaan dan doa bersama, para penceramah mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan figur Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak mulia Rasulullah—seperti kejujuran, kasih sayang, dan toleransi—harus menjadi panduan warga dalam berinteraksi sosial maupun berbangsa.

Selain itu, momen kemerdekaan juga menuntut aksi nyata dari segenap elemen masyarakat. Para penceramah menekankan bahwa mengisi kemerdekaan membutuhkan semangat gotong royong yang berkelanjutan, baik dalam menjaga kebersihan lingkungan, membina kerukunan antartetangga, maupun membantu sesama yang membutuhkan.

Ungkapan Rasa Syukur dan Harapan Masa Depan

Pihak panitia penyelenggara menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya perhelatan ini. Ungkapan apresiasi setinggi-tingginya mengalir kepada para ulama, habaib, aparat pemerintah, tokoh masyarakat, serta seluruh jamaah yang hadir memadati lokasi dengan tertib.

Masyarakat berharap keberkahan dari majelis sholawat ini dapat terus mengalir dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan keagamaan berbasis kebangsaan ini, nilai-nilai keislaman dan nasionalisme diharapkan tetap tumbuh subur, menjadikan Semarang sebagai kota yang aman, damai, dan penuh persatuan.

Semarang Informasi Publik AWP