Senin s.d Kamis 07.30 s.d 14.45 WIB, Jumat 07.30 s.d 11.00 WIB Jl. Ronggolawe Barat 2 - Semarang
Berita

Kunjungan Kaji Tiru Batu Licin ke Semarang Barat Fokus pada Inovasi Urban Farming di Kelurahan Bongsari

Kunjungan Kaji Tiru Batu Licin ke Semarang Barat Fokus pada Inovasi Urban Farming di Kelurahan Bongsari

Kecamatan Semarang Barat menerima kunjungan kaji tiru dari Pemerintah Kecamatan Batu Licin, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, dengan tema pemanfaatan lahan pekarangan untuk urban farming. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari dan meniru keberhasilan yang telah dicapai oleh Kelurahan Bongsari, Semarang Barat, dalam mengembangkan program urban farming yang dapat meningkatkan ketahanan pangan masyarakat, pada .

Dalam acara tersebut, turut hadir Sekretaris Kecamatan Semarang Barat, Bapak Mohamad Anugrah Hamonangan, S.Kom., M.T., bersama dengan jajaran struktural Kecamatan Semarang Barat. Mereka menyambut baik kedatangan delegasi dari Batu Licin dan berbagi pengalaman mengenai penerapan urban farming di wilayah Kelurahan Bongsari.

Kunjungan Kaji Tiru Batu Licin ke Semarang Barat Fokus pada Inovasi Urban Farming di Kelurahan Bongsari

Bapak Mohamad Anugrah Hamonangan mengungkapkan bahwa program urban farming di Bongsari telah berhasil memberdayakan warga untuk memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lahan produktif yang mampu menghasilkan berbagai komoditas pangan. Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan keluarga, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal.

“Semoga kunjungan ini bisa menjadi langkah awal dalam menjalin kerjasama yang lebih erat, dan kami berharap pengalaman yang ada di Semarang Barat dapat memberikan inspirasi bagi daerah lain, khususnya Kecamatan Batu Licin, dalam mengembangkan potensi urban farming di daerah masing-masing,” ujar Bapak Anugrah Hamonangan.

Kunjungan Kaji Tiru Batu Licin ke Semarang Barat Fokus pada Inovasi Urban Farming di Kelurahan Bongsari

Delegasi dari Batu Licin mengaku sangat terkesan dengan pengelolaan urban farming di Bongsari dan berencana untuk menerapkan konsep serupa di wilayah mereka. Selain itu, mereka juga berharap dapat membangun sinergi antara kedua wilayah dalam program-program serupa yang mendukung pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara kedua daerah sekaligus menjadi model dalam pengelolaan lahan pekarangan yang berkelanjutan dan mendukung ketahanan pangan masyarakat urban.

AWP