Senin s.d Kamis 07.30 s.d 14.45 WIB, Jumat 07.30 s.d 11.00 WIB Jl. Ronggolawe Barat 2 - Semarang
Berita

Kirab Dugderan: Mengawali Ramadhan 1445H dengan Kebahagiaan di Kota Semarang

Kirab Dugderan: Mengawali Ramadhan 1445H dengan Kebahagiaan di Kota Semarang

Suasana riang dan semarak menghiasi jalanan Kota Semarang saat digelar kirab dugderan. Hujan yang turun tidak menyurutkan antusiasme warga untuk menyaksikan kirab ini. Sebuah tradisi yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan menjelang bulan suci Ramadhan. Acara ini memukau ribuan warga yang berkumpul di sepanjang rute kirab untuk menyaksikan keindahan budaya dan spiritualitas yang disajikan.

Turut menghadiri Camat Semarang Barat Elly Asmara, S.STP, MM didampingi oleh Ketua TP PKK Kecamatan Semarang Barat Femega Dian Elly Asmara, S.E

Kirab ini dimulai dari Balai Kota Semarang dan berakhir di Masjid Agung Kauman. Kirab Dugderan diawali dengan penabuhan bedug oleh Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu. Kemudian, disusul dengan arak-arakan berbagai macam kesenian tradisional, seperti Warak Ngendok, Barongsai, dan Reog Ponorogo. Selain kesenian tradisional, kirab Dugderan juga dimeriahkan oleh marching band, drumband, dan mobil hias dari berbagai instansi dan perusahaan.

Kirab Dugderan: Mengawali Ramadan dengan Kebahagiaan di Kota Semarang

“Kirab dugderan adalah momentum yang selalu dinanti-nantikan oleh masyarakat Semarang. Ini bukan hanya sekadar upacara adat, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan spiritualitas yang mendalam,” ungkap Elly Asmara Camat Semrarang Barat.

Tradisi kirab dugderan ini juga menjadi kesempatan untuk melestarikan budaya dan mengenalkannya kepada generasi muda. Anak-anak sekolah dan remaja yang turut serta dalam prosesi kirab belajar tentang nilai-nilai tradisional yang tercermin dalam setiap langkah dan gerakan mereka.

Kemeriahan kirab dugderan semakin terasa dengan keberadaan berbagai stan kuliner dan kerajinan khas daerah yang menyemarakkan. Warga dan pengunjung menikmati beragam hidangan lezat serta membeli kerajinan tangan sebagai kenang-kenangan dari acara yang meriah ini.

Kirab dugderan tradisi menjelang puasa Ramadan di Kota Semarang tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga simbol kebersamaan dan kecintaan terhadap warisan budaya lokal. Semangat untuk melestarikan tradisi ini diharapkan akan terus menggelora di tengah-tengah masyarakat Semarang.

Savira AWP