Senin s.d Kamis 07.30 s.d 14.45 WIB, Jumat 07.30 s.d 11.00 WIB Jl. Ronggolawe Barat 2 - Semarang
Berita

Kenali Fungsi Kantong Sampah B3, Organik, dan Anorganik di Bongsari Semarang

Kenali Fungsi Kantong Sampah B3, Organik, dan Anorganik di Bongsari Semarang

SEMARANG, 8 April 2026 – Pemerintah Kota Semarang terus mendorong kesadaran lingkungan masyarakat melalui berbagai inovasi. Kali ini, warga Kelurahan Bongsari menunjukkan semangat luar biasa dalam mengelola kebersihan lingkungan sekitarnya. Pada Rabu (8/4/2026), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang berkolaborasi dengan jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk membagikan paket kantong sampah khusus kepada warga setempat. Langkah strategis ini bukan sekadar sosialisasi biasa, melainkan sebuah aksi nyata guna menaikkan level program pemilahan limbah rumah tangga di tengah masyarakat perkotaan.

Fasilitas Tiga Warna Kantong Sampah

Dalam program lingkungan terbaru ini, setiap rumah tangga memperoleh paket praktis yang memuat tiga jenis kantong sampah dengan warna berbeda. Pemerintah merancang fasilitas ini secara spesifik untuk mempermudah warga saat memilah sisa buangan langsung dari rumah. Berikut rincian fungsi setiap kantong:

  • Hijau (Organik): Berfungsi untuk menampung sisa bahan alami seperti potongan sayur, sisa dapur, dan dedaunan kering.

  • Biru (Anorganik): Berguna untuk mengumpulkan barang-barang yang sulit terurai yang meliputi kemasan plastik, kaleng bekas, serta kertas.

  • Merah (B3): Masyarakat memanfaatkan kantong ini khusus untuk mengamankan limbah bahan berbahaya dan beracun, misalnya baterai bekas, lampu rusak, atau botol semprotan kimia.

Mengubah Kebiasaan Menjadi Gaya Hidup

Camat Semarang Barat, Bapak Ronny Tjahjo Nugroho, S.Sos., M.M., menyambut sangat positif antusiasme warganya. Beliau menaruh harapan besar agar fasilitas baru tersebut mampu memotivasi masyarakat Kelurahan Bongsari untuk terus konsisten menjaga lingkungan. Beliau menekankan bahwa warga harus menjadikan kebiasaan memilah sampah sebagai gaya hidup sehari-hari, bukan sekadar menunaikan kewajiban sesaat. Beliau juga mengingatkan, tanpa dukungan nyata dari seluruh elemen masyarakat (panjenengan semua), impian mewujudkan lingkungan bersih dan sehat hanya akan berhenti sebagai rencana semata.

Peran Aktif TP PKK Kota Semarang

Acara pembagian fasilitas kebersihan ini turut menghadirkan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Semarang, Ibu Ir. Lies Iswar Aminuddin, M.Si., sebagai narasumber utama. Dalam arahannya, beliau mengajak para kader PKK dan seluruh warga untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian alam mulai dari skala rumah tangga. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi erat antara warga dan pemerintah sangat krusial untuk menyukseskan program ini.

"Mari kita bersama-sama menjadikan sampah sebagai berkah yang membawa manfaat. Kita mulai langkah kecil ini dari rumah sendiri untuk mewujudkan Kota Semarang yang lebih hijau, bersih, dan nyaman bagi generasi masa depan," tutur Ibu Lies dengan penuh semangat.

Program kolaboratif ini membuktikan dengan sangat jelas bahwa sinergi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga sanggup menciptakan perubahan positif yang masif. Seluruh warga Kelurahan Bongsari kini bersiap melangkah maju dan bertransformasi menjadi pionir wilayah percontohan pengelolaan limbah mandiri yang sukses di Kota Semarang.

Savira AWP