Senin s.d Kamis 07.30 s.d 14.45 WIB, Jumat 07.30 s.d 11.00 WIB Jl. Ronggolawe Barat 2 - Semarang
Berita

Kemeriahan Pesta Rakyat Dugderan 2026 Semarang Jelang Ramadan

Kemeriahan Pesta Rakyat Dugderan 2026 Semarang Jelang Ramadan

SEMARANG, 16 Februari 2026 – Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng, memimpin langsung kemeriahan Pesta Rakyat Dugderan 2026 pada hari Senin. Tradisi tahunan yang sarat akan makna budaya ini selalu warga nantikan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Dalam acara yang penuh warna ini, Camat Elly Asmara, S.STP., M.M., beserta Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan, Ny. Femega Dian Elly Asmara, turut hadir mendampingi Wali Kota. Mereka berjalan bersama dan membaur dengan ribuan warga yang memadati jalanan kota sejak pagi hari.

Kemeriahan Arak-arakan Budaya dari Balai Kota

Kemeriahan Pesta Rakyat Dugderan 2026 Semarang Jelang Ramadan

Pemerintah Kota Semarang menggelar arak-arakan kirab budaya sebagai acara puncak pembuka rangkaian Dugderan. Rombongan memulai perjalanan mereka dari Halaman Balai Kota Semarang. Berbagai atraksi seni, tabuhan bedug yang menggelegar, dan kehadiran maskot ikonik Warak Ngendog mengiringi langkah para peserta kirab.

Sepanjang rute perjalanan, Dr. Agustina Wilujeng terus menyapa warga dengan penuh senyum ramah. Camat Elly Asmara dan Ibu Femega Dian juga tampak bersemangat mengikuti prosesi ini dari awal hingga akhir. Mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian budaya lokal warisan leluhur.

Doa Bersama di Masjid Kauman dan MAJT

Kemeriahan Pesta Rakyat Dugderan 2026 Semarang Jelang Ramadan

Setelah berangkat dari Balai Kota, rombongan kirab meneruskan perjalanan menuju Masjid Agung Semarang (Masjid Kauman). Di lokasi bersejarah ini, para pemimpin kota dan ulama setempat memanjatkan doa bersama. Mereka memohon keselamatan, kedamaian, dan keberkahan bagi seluruh warga Semarang menjelang ibadah puasa. Suasana khusyuk sangat terasa saat para jamaah melantunkan doa di area masjid.

Selanjutnya, Wali Kota Semarang beserta rombongan melanjutkan agenda menuju Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Pemimpin rombongan secara simbolis menabuh bedug raksasa sebagai tanda resmi bahwa bulan Ramadan segera tiba. Suara bedug yang dipukul (dug) dan dentuman meriam (der) inilah yang menjadi asal-usul nama tradisi Dugderan.

Menjaga Silaturahmi Melalui Tradisi

Kemeriahan Pesta Rakyat Dugderan 2026 Semarang Jelang Ramadan

Camat Elly Asmara menyatakan bahwa partisipasi aktif pemerintah kecamatan dan kader PKK bertujuan untuk menjaga semangat kebersamaan warga. Beliau berharap tradisi Dugderan 2026 ini tidak hanya sekadar warga lihat sebagai tontonan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana mempererat silaturahmi.

Sejalan dengan hal tersebut, Ibu Femega Dian mengajak seluruh kader PKK untuk terus menyosialisasikan nilai-nilai positif dari tradisi ini kepada generasi muda. Masyarakat Semarang membuktikan kecintaan mereka terhadap warisan budaya melalui kehadiran yang tumpah ruah. Pesta Rakyat Dugderan 2026 berhasil menyajikan perpaduan sempurna antara nilai religius dan kekayaan budaya lokal.

Savira AWP