SEMARANG – Ribuan warga Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kota Semarang, kembali menunjukkan komitmen kuat mereka terhadap pelestarian warisan budaya. Pada tanggal 28 Juni 2026, seluruh elemen masyarakat tumpah ruah ke jalan untuk menggelar perayaan akbar bertajuk Kirab Budaya Sadranan dan Haul Mbah Soen An Ing.
Acara megah ini menjadi wujud nyata masyarakat dalam merawat identitas budaya lokal sekaligus menjaga keguyuban harian mereka. Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Semarang Barat turut hadir langsung untuk memeriahkan pembukaan acara budaya tahunan yang sangat bernilai ini.
Semarak Tema dan Antusiasme Lintas Generasi

Pada perayaan tahun ini, panitia penyelenggara mengusung tema “Nguri-uri Budaya Leluhur, Guyub Rukun Warga Kalibanteng Kulon”. Tema tersebut benar-benar hidup dan tercermin dalam setiap rangkaian acara.
Masyarakat dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak kecil hingga para sesepuh wilayah, sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka turun ke jalan mengenakan berbagai pakaian adat Nusantara yang penuh warna. Selain itu, warga juga menampilkan beragam pertunjukan seni tradisional yang atraktif di atas panggung. Tidak ketinggalan, para peserta juga mengarak replika patung kreasi masyarakat yang sukses memukau setiap pasang mata penonton di sepanjang rute kirab.
Simbol Gotong Royong dalam Tradisi Rebutan Gunungan

Puncak acara yang paling warga nantikan dalam kirab ini adalah tradisi berebut gunungan. Panitia telah menyiapkan gunungan besar yang berisi limpahan hasil bumi dan aneka jajanan pasar tradisional.
Ketika panitia mempersilakan warga untuk mengambil isi gunungan, riuh rendah tawa dan canda seketika langsung pecah. Mereka saling bahu-membahu dan berebut berkah dari gunungan tersebut dengan penuh kegembiraan. Tradisi unik ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan rakyat, tetapi juga menjelma menjadi simbol runtuhnya sekat-sekat sosial di tengah masyarakat. Momen kebersamaan ini secara otomatis memperkuat rasa gotong royong dan kepedulian antar-tetangga di lingkungan Kalibanteng Kulon.
Apresiasi Tinggi dari Pemerintah Kecamatan

Pemerintah Kecamatan setempat memberikan perhatian penuh dan dukungan nyata terhadap kelestarian budaya lokal ini. Camat Semarang Barat, Bapak Ronny Tjahjo Nugroho, S.Sos., M.M., hadir secara langsung ke lokasi acara untuk menyapa warga. Beliau datang dengan didampingi oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan, Ibu Oyiq Ronny.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Ronny Tjahjo Nugroho, S.Sos., M.M., memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran panitia, Musyawarah Pimpinan Kelurahan (Muspikel) Kalibanteng Kulon, serta seluruh warga masyarakat. Beliau memuji warga yang selalu konsisten dalam menjaga dan merawat warisan budaya leluhur ini setiap tahun. Beliau menegaskan bahwa budaya yang masyarakat rawat dengan penuh cinta dan dedikasi pasti akan melahirkan lingkungan yang aman, tenteram, damai, dan harmonis bagi semua orang.