Program Jumat Berkah menjadi satu diantara sejumlah program yang digagas Pemerintah Kota Semarang dalam rangka pengentasan kemiskinan. Program Jumat Berkah semula dilakukan dengan membagikan makanan kepada warga yang kurang mampu menggunakan dana APBD melalui Dinas Sosial (Dinsos). Kini, program ini mulai berkembang dengan membagikan paket sembako beserta sayuran segar dengan bersinergi bergerak bersama CSR dan warga masyarakat.
Bertempat di RW VI Kelurahan Kalibanteng Kulon acara Jumat Berkah Lumintu” Semarang Berbagi ” bersama Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, M.Sos di dampingi Camat Semarang Barat Elly Asmara S.STP, MM dan Ketua TP PKK Kecamatan Semarang Barat Femega Dian Putriani. Kegiatan Jumat Berkah ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan di setiap Kelurahan Se Kecamatan Semarang Barat . Pembagian jumat berkah berupa sembako , sayuran dan lauk pauk yang siap untuk dimasak.

Wali Kota Semarang, mengatakan, program Jumat Berkah ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Semarang kepada warga kurang mampu. Dia ingin Program Jumat Berkah ini bisa diteruskan hingga tingkat kecamatan, kelurahan bahkan RW dengan menekankan partisipasi masyarakat alias zero APBD.
“Saya sudah sampaikan ke camat lurah untuk bisa meneruskan program Jumat Berkah dengan kekuatan gotong royong dan solidaritas masyarakat setempat. supaya partisipasi masyarakat lebih meningkat, program ini pun membantu masyarakat serta di sisi lain juga membantu para prlaku UMKM.” ujar Mbak Ita, sapaannya.
“Jadi, konsepnya gotong royong bergerak bersama.Yang dibagikan di warga ,masyararakt RW 06 Kelurahan Kalibanteng Kulon ini bagian pola untuk menarik kawan-kawan yang punya rezeki lebih. Dibelikan sayur mayur, beras, indomie, telor, dibagikan ke warga sekitar,” terang Mbak Ita
Lebih lanjut “Dengan program ini, dia berharap dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mengentaskan kemiskikan di Kota Semarang. Di samping pengentasan kemiskinan, program ini juga untuk mengatasi stunting. Stunting tidak hanya persoalan anak saja melainkan juga ibunya. Maka, pihaknya berupaya mencukupi kebutuhan gizi ibu dari kalangan kurang mampu agar tidak melahirkan balita stunting” ungkap Elly sapaan akrab Camat Seamarang Barat.
