SEMARANG – Pemerintah Kecamatan Semarang Barat terus menunjukkan komitmen serius dalam upaya pengendalian banjir dan genangan air di wilayahnya. Pada tanggal 15 Januari 2026, Camat Semarang Barat, Dr. Elly Asmara, S.STP, M.M., turun langsung ke lapangan untuk meninjau operasional Rumah Pompa Semarang Indah. Langkah ini merupakan bagian dari strategi mitigasi bencana hidrometeorologi yang kerap mengancam kawasan perkotaan saat intensitas hujan meningkat.
Fokus pada Kesiapan Infrastruktur
Dalam kunjungan kerja tersebut, Dr. Elly Asmara, S.STP, M.M., memantau secara detail kondisi fisik dan teknis mesin pompa. Beliau ingin memastikan seluruh perangkat pendukung drainase berfungsi tanpa kendala. Pengecekan ini meliputi performa mesin utama, ketersediaan bahan bakar, hingga kesigapan petugas operator yang berjaga di lokasi.
Camat Semarang Barat menegaskan bahwa infrastruktur pengendali banjir harus selalu dalam kondisi prima. Pemerintah Kota Semarang tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun terkait potensi genangan yang dapat mengganggu aktivitas warga. Oleh karena itu, inspeksi rutin semacam ini menjadi prosedur wajib bagi jajaran pemerintah kecamatan.
Mengoptimalkan Sistem Drainase Wilayah

Keberadaan Rumah Pompa Semarang Indah memegang peranan vital dalam manajemen tata air di Kecamatan Semarang Barat. Fasilitas ini bertugas menyedot kelebihan air dari saluran drainase warga dan membuangnya ke sungai atau kanal pembuangan utama.
Dr. Elly Asmara, S.STP, M.M., menjelaskan bahwa optimalisasi sistem drainase tidak hanya bergantung pada kebersihan saluran air, tetapi juga pada kecepatan pompa dalam membuang debit air yang tinggi. Dengan memastikan pompa bekerja maksimal, pemerintah berharap dapat meminimalisir durasi dan ketinggian genangan jika curah hujan ekstrem melanda kawasan Semarang Indah dan sekitarnya.
Komitmen Pelayanan Publik
Peninjauan ini juga menjadi bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Dr. Elly Asmara, S.STP, M.M., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air. Kolaborasi antara pemerintah yang menjaga infrastruktur dan warga yang menjaga kebersihan lingkungan akan menciptakan sistem pengendalian banjir yang jauh lebih efektif.
Pemerintah Kecamatan Semarang Barat akan terus memantau titik-titik rawan genangan lainnya secara berkala. Langkah proaktif ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga Semarang Barat, khususnya dalam menghadapi tantangan cuaca yang tidak menentu di awal tahun 2026 ini.