Senin s.d Kamis 07.30 s.d 14.45 WIB, Jumat 07.30 s.d 11.00 WIB Jl. Ronggolawe Barat 2 - Semarang
Berita

16 Kelurahan Menuju Predikat Swasembada 2026 Maksimalkan Aplikasi Prodeskel dan Epdeskel

16 Kelurahan Menuju Predikat Swasembada 2026 Maksimalkan Aplikasi Prodeskel dan Epdeskel

Semarang, 5 Februari 2026 – Pemerintah Kecamatan Semarang Barat resmi memulai langkah strategis awal tahun dengan menggelar Sosialisasi Pendayagunaan Aplikasi Profil Desa dan Kelurahan (Prodeskel) serta Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan (Epdeskel) Tahun 2026.

Camat Semarang Barat, Dr. Elly Asmara, S.STP., M.M., memimpin langsung jalannya acara penting ini. Sebanyak 16 perwakilan kelurahan di wilayah Kecamatan Semarang Barat hadir memenuhi undangan. Pemerintah kecamatan menjadikan program sosialisasi ini sebagai momentum kebangkitan pelayanan publik. Mereka tidak hanya sekadar memaparkan materi teknis, tetapi juga secara aktif membakar semangat para aparatur kelurahan untuk terus berinovasi melayani warga.

Instrumen Vital Pengukur Pengabdian

Dr. Elly Asmara, S.STP., M.M., menegaskan bahwa aplikasi Prodeskel dan Epdeskel bukan sekadar formalitas administrasi belaka. Ia menyebut kedua sistem digital tersebut sebagai instrumen vital yang pemerintah butuhkan untuk mengukur sejauh mana setiap kelurahan telah memberikan pengabdian terbaiknya kepada masyarakat.

Melalui pembaruan data yang akurat, pemerintah bisa memetakan potensi wilayah sekaligus menyelesaikan permasalahan warga secara jauh lebih cepat. Para lurah dan seluruh perangkat kelurahan wajib memahami cara kerja sistem ini agar mereka dapat memasukkan data secara presisi. Kualitas data ini pada akhirnya akan menentukan arah kebijakan strategis dan pembangunan di tingkat akar rumput.

Targetkan Pelayanan "Next Level" Lewat Aplikasi Terintegrasi

16 Kelurahan Menuju Predikat Swasembada 2026 Maksimalkan Aplikasi Prodeskel dan Epdeskel

Saat ini, Pemerintah Kecamatan Semarang Barat telah mengintegrasikan proses penilaian kinerja secara bulanan maupun tahunan langsung ke dalam aplikasi. Sistem pintar ini memungkinkan para pemangku kebijakan untuk memantau kelurahan mana yang benar-benar memberikan pelayanan berstandar tinggi atau pelayanan "Next Level".

"Kita bisa melihat siapa yang bekerja keras dan siapa yang benar-benar berinovasi melalui rekam jejak digital di aplikasi ini. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang paripurna, dan kita harus mewujudkannya sekarang juga," ujar Dr. Elly Asmara saat memotivasi seluruh peserta sosialisasi.

Kecamatan Semarang Baarat siap turun tangan mengawal seluruh kelurahan dalam proses kelengkapan indikator data. Ia memastikan timnya akan memberikan pendampingan teknis secara berkelanjutan agar tidak ada satu pun kelurahan yang tertinggal dalam proses digitalisasi pelayanan ini.

Bersaing Menuju Status Kelurahan Swasembada

Tujuan akhir dari pendayagunaan sistem Prodeskel dan Epdeskel ini sangatlah jelas. Pemerintah Kecamatan Semarang Barat menantang seluruh aparat kelurahan untuk bersaing secara sehat demi meraih predikat Swasembada. Predikat ini melambangkan tingkat kemandirian, kemajuan, dan kesejahteraan masyarakat tertinggi di suatu wilayah.

Camat Semarang Barat mengajak seluruh elemen masyarakat dan aparatur pemerintah untuk saling mendukung capaian ini. "Ayo, dukung kelurahanmu untuk terus berbenah, meraih predikat Swasembada, dan buktikan bahwa wilayahmu layak menjadi Kelurahan Terbaik tahun ini!" serunya menutup acara.

Langkah progresif ini membuktikan komitmen nyata Kecamatan Semarang Barat dalam mengedepankan transparansi dan akuntabilitas publik.

AWP